Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label kisah dan motifasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah dan motifasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Oktober 22, 2011

Jangan Menunggu

Jangan menunggu bahagia,baru tersenyum.
Tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia

Jangan menunggu kaya, baru mau beramal.
Tapi beramal lah, maka kamu semakin kaya

Jangan menunggu termotivasi, baru bergerak.
Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi

Jangan menunggu dipedulikan orang baru anda peduli,
Tapi pedulilah dengan orang lain! maka anda pasti akan dipedulikan…

Jangan menunggu orang memahami kamu, baru kita memahami dia.
Tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu

Jangan menunggu terinspirasi, baru menulis.
Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu

Jangan menunggu proyek, baru bekerja.
Tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu

Jangan menunggu dicintai, baru mencintai.
Tapi belajarlah mencintai, maka anda akan dicintai

Jangan menunggu banyak uang, baru hidup tenang.
Tapi hiduplah dengan tenang, maka bukan hanya sekadar uang yang datang, tapi damai sejahtera.

Jangan menunggu contoh, baru bergerak mengikuti.
Tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti

Jangan menunggu sukses, baru bersyukur.
Tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

Sabtu, Oktober 15, 2011

Impian, Kenyataan dan Harapan!

Dalam hidup setiap manusia dibekali banyak harapan dan impian yang ingin diraih, apalah artinya hidup tanpa sebuah harapan dan impian. Harapan dan impian dalam hidup kita seperti sebuah motor penggerak bagi sendi sendi kehidupan yang kita lakoni. Namun bagaimana sebuah impian mampu menjadi motor penggerak motivator kita? atau malah hidup kita dibayang bayangi halusinasi akan impian yang kita capai. Mari kita simak dulu beberapa gambar dibawah ini.
impian.jpg
impian1.jpg
impian2.jpg
impian3.jpg
Setelah Anda melihat deretan gambar diatas, apa yang terpikir dalam benak Anda? Mungkin apa yang kita pikirkan berbeda beda.

Pernahkah kita berandai andai, ” coba kalau saja, andaikata, seumpama…….. saya seperti dia saya akan lakukan ini, saya akan lakukan lebih baik, saya akan lakukan lebih sempurna.

Seringkah kita mencari alasan pembenaran tidak bisa melakukan sesuatu atau gagal karena kondisi kita begini tidak seperti dia yang lebih sempurna.

Andai saja uang saya banyak saya akan lebih banyak beramal dan bersedekah. Andai saja, seumpama semisal dan apapun yang satu arti sama kadang sempat terbesit dalam pikiran kita.

Percayalah Tuhan memberikan keadaan yang terbaik bagi kita seperti yang kita miliki sekarang ini, untuk itu mari kita syukuri apapun keadaan dan pahitnya kondisi yang kita alami sekarang.

Kapan saat tepat kita membuat mimpi menjadi suatu hal yang memacu kekuatan hidup kita lebih maju?

Disinilah letak perbedaan antara sebuah rencana (Planning) dengan sebuah khayalan, sebuah rencana dibuat dengan sistematis dan memperhitungkan waktu kapan kita akan raih step by step, dibarengai dengan sebuah usaha nyata untuk meraihnya. Sedangkan sebuah khayalan hanya terlintas di angan dan tidak diwujudkan secara konkret menjadi sebuah master plan kerja untuk pencapaian.

Berhentilah berkhayal, syukuri yang ada sekarang wujudkan harapan dan impian Anda dalam sebuah planning atau visi hidup yang konkret dan dibarengi usaha pencapaian.

Kamis, Agustus 11, 2011

pasir dan batu

Ada dua sahabat tri dan dimas berjalan di gurun mereka memperdebat kan sesuatu hingga dimas pun menapar tri "pak" tri diam dan menulis di atas pasir "hari ini dimas menapar ku" mereka melajutkan sampai menemukan sebuah mata air dah tri memutuskan untuk mandi tapi tri tenggelam dan hampir mati lalu dimas datang menolong setelah hilang tarauma tri pun memulis di atas batu "hari ini dimas menyelamatkan ku" dimas pun binggung kepada sahabatnya itu. Dimas bertanya tri mengapa kau menulis diatas pasir saat aq menapar mu dan kau menulis diatas batu saat aq menyelamatkan mu. Tri menjawab ketika menyakiti kita tulislah di atas pasir agar angin maaf dapat menghapusnya dan ketika menyelamatkan kita tulislah diatas batu agar angin tidak menghapusnya

kesimpulan : maafkan dan lupakan kesalahan orang lain kepada kita dan mengingat ingat kebaikan orang kepada kita niscaya kita akan mendapatkan ketenangan hati