Kau tahu Masih berat karena menulis namamu dalam hati, bukan buku nikah.
Cepatlah. Ingin segera ku kembali lagi, pada masa di mana semua dimulai. menunda Frame-frame roll di mana kita tetap utuh, tapi tidak untuk mengubah takdir. Aku tidak se egois itu, meski panjang perjalanan ku untuk merelakan. Aku ingin tinggal di mana kau bersama ku, dan melambaikan tangan serta tersenyum saat aku mendekat.
Waktu terus berjalan saat seru ku kau bertanya, saat koma ku kau titikkan, dan saat awal ku kau akhiri. Entah Kau mengingat saat di mana kita bersama atau tidak. Saat di mana kita berbagi tangis dan tawa yang sama, saat kisah ku juga masih kisah mu. saat malam masih kita lalui bersama, saat kau dan aku sama istimewanya untuk diri kita.
Aku tak menyesal pernah jatuh hati sedalam ini pada mu. Tapi entah mengapa setelah lama aku masih susah untuk berjalan, meski kini aku berdiri setegapnya. kembali lagi masih sulit untuk ku.
Waktu masih waktu ku terhenti, tinggal dan menetap dalam mesin waktu yang kubuat sendiri. Mungkin aku sedang bermimpi menginginkan ini. Kau yang kini menemani.
Andai Waktu menghentikan kisah ku dengan mu, tetapi mengapa aku masih menunggu dan menanti. Bukan kah ini tak logis untuk egois. Berharap kau tidak melupakan ku.
Rindu akan masa lalu yang tak pernah ada prasangka tentang kita, meski jarak jelas memisahkan. Ku Arungi masa, menunda waktu, dan juga duka. Andai harus ku mengingat mu lagi, dengan apa yang terjadi pada kita rasanya membuat hatiku mulai lelah. Pahit rasanya tidak memiliki. Tapi apakah aku menyesal, tentu saja tidak karna aku bersyukur atas perjalan yang kulalui dengan mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar